RSUD Batin Mangunang, Tanggamus, melakukan transformasi besar di tahun 2026 dengan mengadopsi teknologi digital seperti pendaftaran online via Mobile JKN dan rekam medis berbasis AI (‘SIMPANAN CAPTEN AI’) untuk meningkatkan efisiensi. Dipimpin oleh Direktur dr. Theresia Hutabarat dan didukung status Akreditasi Paripurna, rumah sakit ini juga mengembangkan layanan unggulan krusial, termasuk unit hemodialisa, UTD 24 jam, dan penambahan dokter spesialis, demi mewujudkan pelayanan kesehatan modern dan komprehensif bagi masyarakat Tanggamus.
Kesehatan
RSUD Batin Mangunang Pertegas Komitmen Pelayanan Prima, Direktur dr. Theresia: Evaluasi Menyeluruh Demi Keselamatan Pasien
Direktur RSUD Batin Mangunang, dr. Theresia, merespon cepat dinamika pelayanan dengan evaluasi total SOP IGD dan Laboratorium. Manajemen tegaskan komitmen keselamatan pasien dan pastikan dokter standby 24 jam. Simak langkah konkret perbaikan rumah sakit kebanggaan Tanggamus ini.
SMOKING GUN! Temuan NIK Ganda di Dokumen Lelang RSUD Metro Bongkar Dugaan Monopoli Proyek Fisik
Investigasi mengungkap skandal persekongkolan tender proyek infrastruktur di RSUD Jenderal Ahmad Yani, Kota Metro, TA 2024-2025. Ditemukan bukti “smoking gun” berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) personel kunci yang ganda pada dua perusahaan peserta tender berbeda, mengindikasikan kendali tunggal dan perusahaan cangkang. Praktik manipulasi lain seperti rotasi pemenang (“tender arisan”) dan evaluasi harga yang menggugurkan penawar terendah demi memenangkan kontraktor tertentu dengan harga tinggi juga terungkap. Ketua LSM SIGAP, Okta Hariansyah, mendesak Kejaksaan dan KPPU untuk segera bertindak dan menyeret para pelaku.
Bongkar Dugaan Kartel Tender Dinkes Lampung Barat: Dari Anomali Way Mengaku hingga Proyek Labkesmas Rp13,5 Miliar
Investigasi tajam dugaan praktik KKN dan kartel tender di Dinas Kesehatan Lampung Barat di bawah kepemimpinan dr. Widyatmoko Kurniawan. Menguak anomali proyek Labkesmas Rp13,5 miliar, skandal penawaran 99% HPS, hingga jejak ‘kantor bersama’ kontraktor di Way Mengaku.
DARURAT INTEGRITAS! RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Diguncang Mega-Skandal Korupsi Sistematis
Artikel ini menyoroti desakan publik terhadap Aparat Penegak Hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Metro, untuk segera meningkatkan status penyelidikan kasus dugaan korupsi di RSUD Jenderal Ahmad Yani ke tahap penyidikan penuh. Dugaan kerugian negara yang mencapai Rp10 Miliar menjadi dasar tuntutan tindakan tegas ini. Selain itu, artikel ini juga menekankan perlunya audit forensik menyeluruh oleh BPKP untuk menelusuri aliran dana dari pemenang tender kepada pejabat rumah sakit.
Mengenal KWS KPK: Saluran Aman dan Rahasia untuk Melaporkan Korupsi
Mengenal KWS KPK: Saluran Aman dan Rahasia untuk Melaporkan Korupsi. Artikel ini mengupas secara detail mengenai KPK Whistleblower System (KWS), platform pengaduan rahasia dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Dijelaskan bagaimana masyarakat dapat melaporkan dugaan korupsi secara aman, fitur-fitur unggulannya seperti jaminan kerahasiaan dan pemantauan laporan, serta saluran pengaduan lain yang tersedia. Berita ini bertujuan untuk mengedukasi publik tentang cara berpartisipasi aktif dalam pemberantasan korupsi.
BPBD Tanggamus Apresiasi Peran Aktif Warga, Penyebab Utama Berhasil Teridentifikasi
BPBD Tanggamus bergerak cepat lakukan asesmen genangan air di Pasar Madang, Kota Agung. Penyebab utama berhasil diidentifikasi berkat sinergi laporan warga dan media.
Solidaritas Sumatera Memanggil, Pemprov Lampung Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Tunjukkan solidaritas Sumatera! Pemprov Lampung buka donasi Bumbung Kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Salurkan bantuan Anda ke Rekening Bank Lampung 380.000.500.94.87 a.n. DP Korpri Lampung. Transparan dan langsung disalurkan.
SKANDAL DUGAAN RAMPOK BERJUBAH PUTIH DI RSUD AHMAD YANI: Pasien Fiktif, Daging Oplosan, dan Raibnya Dana Jaminan Rp1,5 Miliar!
Investigasi bongkar dugaan korupsi RSUD Ahmad Yani Metro 2024: Dana jaminan pasien Rp1,5 Miliar raib, mark-up katering ‘daging oplosan’, hingga kunci spesifikasi Alkes. Potensi kerugian negara tembus Rp10 Miliar.
SKANDAL AMBULANCE HEBAT: Investigasi Bongkar Dugaan Honorarium Fiktif Setengah Miliar di Dinkes Lampung Barat
Investigasi mendalam mengungkap dugaan skandal keuangan di Dinkes Lampung Barat. Dokumen audit forensik menemukan indikasi honorarium fiktif “Monitoring Ambulance Hebat” senilai Rp486 juta di tengah kondisi defisit APBD dan tanpa adanya pengadaan armada baru. Ironisnya, anggaran krusial untuk penanganan stunting sebesar Rp38 miliar justru macet total dengan realisasi di bawah 1 persen, memicu pertanyaan besar terkait prioritas dan tata kelola anggaran dinas tersebut.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.























