Investigasi mendalam mengungkap dugaan skandal keuangan di Dinkes Lampung Barat. Dokumen audit forensik menemukan indikasi honorarium fiktif “Monitoring Ambulance Hebat” senilai Rp486 juta di tengah kondisi defisit APBD dan tanpa adanya pengadaan armada baru. Ironisnya, anggaran krusial untuk penanganan stunting sebesar Rp38 miliar justru macet total dengan realisasi di bawah 1 persen, memicu pertanyaan besar terkait prioritas dan tata kelola anggaran dinas tersebut.
Breaking News

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











