‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
PemerintahanAdvertorialBeritaFeed GN

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Serukan Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat Komitmen Jaga NKRI dari Ancaman Radikalisme

4384
×

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Serukan Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat Komitmen Jaga NKRI dari Ancaman Radikalisme

Sebarkan artikel ini
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Serukan Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat Komitmen Jaga NKRI dari Ancaman Radikalisme

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Serukan Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat Komitmen Jaga NKRI dari Ancaman Radikalisme

 

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan seruan tegas kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga institusi keluarga sebagai unit terkecil. Seruan ini difokuskan pada upaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman paham radikalisme yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Pesan kebangsaan tersebut disuarakannya saat menghadiri Sidang Ujian Promosi Doktor Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Firsada, yang diselenggarakan di Ballroom UIN Raden Intan Lampung, pada Kamis (12/2/2026).

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

 

Dalam pandangan Gubernur Mirza, ancaman radikalisme tidak bisa dipandang sebelah mata dan mutlak memerlukan penanganan yang cepat, tepat, serta terukur. Tingkat pengawasan, ketahanan keamanan, dan langkah mitigasi yang komprehensif harus menjadi perhatian serius dari seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa di tengah pusaran era digital yang ditandai dengan masifnya keterbukaan informasi dan pesatnya dinamika sosial, penguatan wawasan kebangsaan serta sikap moderasi beragama harus didirikan sekokoh mungkin sebagai benteng utama pertahanan negara.

 

Lebih jauh, Gubernur Mirza menyoroti identitas sosiologis Provinsi Lampung yang kerap dijuluki sebagai miniatur Indonesia. Daerah ini dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan suku bangsa yang sangat beragam, namun mampu hidup rukun berdampingan dalam bingkai ideologi Pancasila. Ia memperingatkan bahwa harmoni sosial yang telah terbangun indah tersebut tidak akan mungkin terajut dengan baik apabila disusupi oleh instrumen radikalisme. Baginya, paham radikal adalah musuh utama yang akan menghancurkan fondasi persatuan yang selama ini menjadi pilar utama pembangunan nasional.

 

Mengingat kompleksitasnya, Gubernur Mirza menekankan bahwa penanggulangan radikalisme bukanlah sekadar persoalan keamanan atau ranah aparat penegak hukum semata, melainkan juga menyangkut domain sosial, budaya, dan pendidikan. Oleh karena itu, langkah pencegahannya tidak akan cukup jika hanya mengandalkan pendekatan represif. Pencegahan yang efektif harus menyentuh akar rumput melalui proses internalisasi nilai-nilai kebangsaan, pembentukan karakter anak bangsa, serta penguatan pemahaman moderasi beragama dalam denyut kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

Dalam momentum akademis tersebut, Gubernur Mirza turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammad Firsada yang sukses menyandang gelar Doktor Ilmu Pengembangan Masyarakat Islam. Disertasi Firsada yang mengangkat tema strategi internalisasi wawasan kebangsaan dan moderasi beragama dalam pencegahan radikalisme dinilai memberikan kontribusi pemikiran yang sangat brilian. Karya ilmiah tersebut diharapkan mampu menjadi referensi berharga bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun organisasi keagamaan dalam merumuskan model komunikasi kebijakan dan merancang program deradikalisasi yang berbasis edukasi sosial serta budaya lokal.

 

Menutup arahannya, Gubernur Mirza menegaskan peran strategis institusi pendidikan tinggi seperti UIN Raden Intan Lampung sebagai kawah candradimuka pengembangan keilmuan Islam yang moderat, inklusif, dan berwawasan kebangsaan. Ia menaruh harapan besar agar kampus pencetak cendekiawan muslim ini terus berdiri tegak sebagai “rumah besar” penjaga moderasi beragama di Provinsi Lampung, sekaligus menjadi pusat riset dan pengabdian masyarakat yang senantiasa menebar manfaat luas bagi kemajuan peradaban bangsa.(*)

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Serukan Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat Komitmen Jaga NKRI dari Ancaman Radikalisme

Example 120x600
082373824496
𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bangga Jadi Tuan Rumah Doa Untuk Negeri tvOne, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Sambut Antusias Tausiah UAS di Masjid Al-Bakrie
Pemerintahan

Pemerintah Provinsi Lampung menyambut antusias acara “Doa Untuk Negeri” dalam rangka HUT ke-18 tvOne yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Masjid Raya Al-Bakrie. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan rasa bangganya atas terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.

Wagub Jihan Nurlela Hadiri Haul KH Muhammad Sobari, Tegaskan Pembangunan Harus Selaras dengan Nilai Keislaman
Pemerintahan

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri peringatan Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Muhammad Sobari dan Haul ke-25 Hadiyu Provinsi Lampung di Pondok Pesantren Al-Hikmah. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu menyelaraskan roda pembangunan daerah dengan nilai-nilai keislaman, serta terus menjalin kedekatan dan mendengarkan nasihat para alim ulama.

Kukuhkan Pengurus Forum Literasi se-Lampung, Bunda Literasi Wulan Mirza Dorong Inovasi dan Peningkatan Kualitas SDM
Pemerintahan

Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Literasi 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung masa bakti 2026–2030. Pengukuhan ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat, memperluas akses bahan bacaan hingga ke pelosok, sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kritis, dan berdaya saing di era digital.

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎