Prestasi dan Kinerja Aryan Saruhian sebagai Kepala Bappeda Lampung Selatan

banner 468x60

Prestasi dan Kinerja Aryan Saruhian sebagai Kepala Bappeda Lampung Selatan

 

LAMPUNG SELATAN – Di tengah dinamika pembangunan daerah yang kian cepat, peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi sangat krusial sebagai “dapur” kebijakan pemerintah. 

banner 336x280

 

Di Kabupaten Lampung Selatan, sosok Ir. Aryan Saruhian, S.P., M.E., I.P.U., yang menjabat sebagai Kepala Bappeda, telah menunjukkan kinerja signifikan dalam menerjemahkan visi pimpinan daerah menjadi langkah strategis yang konkret. 

Sebagai seorang teknokrat dengan gelar Insinyur Profesional Utama (IPU), Aryan Saruhian membawa pendekatan berbasis data dan keahlian teknis dalam memimpin Bappeda Lampung Selatan. Dalam struktur pemerintahan daerah, beliau memegang peran sentral sebagai koordinator perencanaan yang menjembatani visi politik Bupati dengan realitas teknis di lapangan.

 

Di bawah kepemimpinannya, Bappeda tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administratif penyusun dokumen, melainkan bertransformasi menjadi think-tank strategis. Aryan fokus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah dialokasikan untuk program yang memiliki dampak terukur (impactful) dan keberlanjutan (sustainable), serta memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dengan instansi vertikal dan pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu ujian awal kinerja Aryan Saruhian adalah mengawal suksesnya Program 100 Hari Kerja Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar pasca pelantikan awal tahun 2025. Aryan berperan vital dalam menerjemahkan janji kampanye menjadi program prioritas yang bisa dieksekusi dengan cepat (quick wins).

Fokus utama dalam periode ini meliputi:

  • Perbaikan Infrastruktur Masif: Mengawal realisasi 105 titik perbaikan infrastruktur yang mencakup rekonstruksi jalan poros, jembatan, dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir.

 

  • Pengembangan Kawasan: Termasuk pemantapan pusat pemerintahan dan inisiasi pengembangan sport center
  • Pelayanan Publik: Peningkatan layanan kesehatan dan administrasi kependudukan yang lebih cepat dan terjangkau.

 

  • Ketahanan Pangan: Sinkronisasi program pusat untuk menjamin ketersediaan pangan daerah.

 

Berkat perencanaan yang matang, program-program ini berhasil mencapai target realisasi yang tinggi dalam waktu singkat, memberikan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

 

Menyadari posisi strategis Lampung Selatan sebagai pintu gerbang Sumatera, Aryan Saruhian mengambil langkah proaktif dalam merespons keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Beliau menekankan bahwa era pasca-tol menuntut pemerintah daerah untuk lebih cerdas menangkap peluang ekonomi baru agar daerah tidak hanya menjadi jalur lintasan semata.

 

Aryan memimpin kajian komprehensif untuk memetakan ulang potensi ekonomi wilayah di sekitar koridor tol, khususnya ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Strategi ini mencakup pengembangan kawasan industri baru, pusat logistik, serta destinasi wisata yang terintegrasi dengan akses tol, guna memaksimalkan spillover effect ekonomi bagi masyarakat lokal.

 

Sebagai arsitek utama perencanaan jangka menengah, Aryan Saruhian sukses memimpin penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dokumen ini menjadi sangat krusial karena menjadi fondasi awal menuju visi jangka panjang Indonesia Emas 2045.

 

Dalam prosesnya, Aryan menekankan pentingnya sinkronisasi antara visi daerah “Lampung Selatan Maju” dengan target pembangunan nasional. Salah satu target ambisius yang dicanangkan dalam dokumen ini adalah memacu pertumbuhan ekonomi daerah hingga mendekati angka 7 persen

 Untuk mencapai hal tersebut, beliau mengarahkan seluruh Perangkat Daerah (PD) untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang inovatif, tidak terjebak pada rutinitas (business as usual), dan fokus pada hilirisasi serta penguatan ekonomi kerakyatan.

 

Aryan Saruhian dikenal sebagai figur yang gencar menyuarakan konsep Integrated Area Development (Pembangunan Wilayah Terpadu). Dalam berbagai forum nasional, termasuk diseminasi di Jakarta, beliau menekankan bahwa pembangunan tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral atau terkotak-kotak (silo).

 

Ia mendorong kolaborasi lintas sektor—melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat—untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan. Contoh konkret dari inisiatif ini adalah integrasi pengelolaan perhutanan sosial dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

 

Dalam siklus perencanaan tahunan, Aryan Saruhian sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Forum ini menjadi wadah partisipasi publik yang masif, di mana Bappeda berhasil memverifikasi ribuan usulan dari tingkat desa hingga kecamatan.

 

Pada forum ini, Aryan menegaskan dua prinsip utama yang menjadi arahan Bupati: berdampak penuh (impactful) dan berkelanjutan

 

 Prioritas RKPD 2026 difokuskan pada penguatan fondasi transformasi ekonomi yang inklusif, dengan penekanan pada:

  1. Infrastruktur Konektivitas: Melanjutkan perbaikan jalan untuk menopang distribusi ekonomi.
  2. Pengembangan SDM: Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
  3. Ekonomi Inklusif: Pemberdayaan UMKM dan sektor pertanian.

Melalui kepemimpinannya di Bappeda, Aryan Saruhian telah meletakkan dasar perencanaan yang kuat, terukur, dan visioner, memastikan Lampung Selatan berada di jalur yang tepat untuk menjadi daerah maju dan kompetitif.(*) Prestasi dan Kinerja Aryan Saruhian sebagai Kepala Bappeda Lampung Selatan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *