‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
PemerintahanAdvertorialBeritaFeed GN

Data BPS Buktikan Lampung Jadi Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tahunan Terendah se-Indonesia

6891
×

Data BPS Buktikan Lampung Jadi Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tahunan Terendah se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
Data BPS Buktikan Lampung Jadi Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tahunan Terendah se-Indonesia

Data BPS Buktikan Lampung Jadi Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tahunan Terendah se-Indonesia

 

BANDAR LAMPUNG — Provinsi Lampung sukses mencatatkan prestasi membanggakan dengan menduduki posisi puncak sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) terendah di seantero Indonesia. Pencapaian gemilang yang merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per tanggal 2 Februari 2026 ini terungkap secara komprehensif dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. Rapat strategis tersebut diikuti oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, secara virtual dari Ruang Command Center, Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, pada Senin (23/2/2026).

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

 

Merujuk pada catatan BPS hingga akhir Januari 2026, laju inflasi tahunan Provinsi Lampung sukses ditekan hingga hanya menyentuh angka 1,9 persen. Angka impresif ini tidak hanya menempatkan Lampung di daftar 10 provinsi dengan inflasi terendah, tetapi juga memastikan daerah ini berada aman di dalam koridor target sasaran inflasi nasional yang dipatok pemerintah di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Keberhasilan menjaga stabilitas harga di tingkat provinsi ini tidak lepas dari performa apik dua kota utamanya. Kota Bandar Lampung mencatatkan angka inflasi yang sangat rendah di level 1,43 persen, disusul oleh Kota Metro di angka 2,03 persen. Kinerja tersebut secara otomatis mengantarkan kedua kota ini masuk ke dalam jajaran 10 besar kota dengan inflasi terendah di tingkat nasional.

 

Meskipun mencatatkan rapor hijau, dinamika harga kebutuhan pokok tetap harus diwaspadai dengan saksama. Memasuki minggu ketiga (M3) bulan Februari 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan adanya sedikit gejolak dengan catatan kenaikan indeks sebesar 0,89 persen di wilayah Lampung. Beberapa komoditas pangan pokok yang teridentifikasi menjadi penyumbang utama andil kenaikan harga pada periode ini meliputi cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih. Sebagai gambaran tren pasar, secara nasional harga komoditas cabai rawit telah melonjak sebesar 19,89 persen dibandingkan catatan pada Januari 2026, dengan rata-rata harga jual mencapai Rp68.928 per kilogram.

 

Merespons dinamika inflasi dan harga komoditas secara nasional, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mencari solusi konkret bagi daerah-daerah yang masih mendapatkan rapor merah guna menjaga stabilitas harga secara menyeluruh. Tomsi menginstruksikan seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk tidak sekadar duduk di belakang meja, melainkan harus turun langsung mengecek kondisi di lapangan.

 

Lebih jauh, Tomsi meminta agar jajaran pemerintah di daerah segera menghentikan pembahasan teori yang bertele-tele dan langsung mengeksekusi langkah nyata terhadap komoditas yang mengalami lonjakan harga signifikan. Secara khusus, ia melontarkan teguran keras kepada wilayah-wilayah yang tidak terdampak bencana alam agar segera melakukan koreksi pasar jika angka inflasinya masih terlampau tinggi. Menurutnya, lonjakan harga di daerah yang terdampak bencana masih bisa dimaklumi karena rusaknya fasilitas pasar, namun bagi daerah dengan kondisi normal, fenomena kenaikan harga yang tidak wajar harus dicurigai dan segera ditindaklanjuti.(*)

Data BPS Buktikan Lampung Jadi Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tahunan Terendah se-Indonesia

Example 120x600
082373824496
𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandara Radin Inten II, Penerbangan Internasional Lampung, Wagub Jihan Nurlela, Rute Lampung Kuala Lumpur, Penerbangan Perdana, PT Angkasa Pura, Pekerja Migran Lampung, Jemaah Umrah Lampung, Konektivitas Udara, Infrastruktur Lampung.
Pemerintahan

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara resmi melepas penerbangan perdana rute Lampung–Kuala Lumpur. Momentum bersejarah ini menandai kembalinya status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional, yang diproyeksikan mampu mengakselerasi konektivitas global, memfasilitasi mobilitas pekerja migran, serta mendongkrak potensi perjalanan ibadah masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

Lebih jauh, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memastikan terdistribusinya komoditas pangan dari wilayah yang surplus ke wilayah yang defisit. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi ego sektoral, karena seluruh elemen berada di perahu yang sama demi memastikan masyarakat Lampung dapat menyambut Ramadhan dengan harga yang terkendali. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mengawal inflasi daerah. Menyambung hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena demand-pull inflation, yaitu potensi kenaikan harga yang murni dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen selama Ramadhan dan Idulfitri. Meskipun memuji rekor inflasi Lampung di angka 1,25 persen, Bimo menekankan bahwa kewaspadaan berlapis harus terus ditingkatkan agar tren positif tersebut tidak berbalik arah dalam beberapa pekan ke depan. Sebagai bentuk dukungan penuh, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi TPID melalui penyediaan analisis data dan proyeksi komoditas penyumbang inflasi secara seketika (real time), terutama untuk kelompok pangan bergejolak (volatile foods) seperti cabai, bawang merah, dan daging. Digitalisasi pemantauan harga juga akan terus difokuskan guna mempercepat lahirnya kebijakan yang adaptif. Rangkaian HLM ini kemudian ditutup dengan pemaparan kesiapan teknis dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bulog Lampung, Ditreskrimsus Polda Lampung, serta Pertamina Regional Lampung. Kegiatan ini turut dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Sekdaprov, para Wali Kota dan Bupati se-Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran Kepala BUMD di lingkungan Pemprov Lampung.
Pemerintahan

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin pertemuan tingkat tinggi (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan Idulfitri 1447 H. Gubernur Mirza menginstruksikan langkah konkret dan sinergi lintas sektoral untuk mencegah lonjakan harga, memberantas penimbunan, serta memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang.

Pemprov Lampung, Kementan, dan PTPN I Gelar Groundbreaking Hilirisasi Ayam Terintegrasi Senilai Rp600 Miliar
Pemerintahan

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PTPN I resmi melakukan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Lampung Selatan. Proyek investasi senilai Rp600 miliar ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo, serta memastikan nilai tambah ekonomi sektor peternakan tetap berputar dan dinikmati di daerah.

Pemerintah dan DPRD Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal dalam Rakerda Hipmi
Pemerintahan

Pemerintah dan DPRD Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal dalam Rakerda Hipmi. Pemerintah Provinsi Lampung dan DPRD Lampung bersinergi mendukung penguatan hilirisasi komoditas lokal dalam Rakerda XIV BPD Hipmi Lampung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah, sementara Ketua DPRD Ahmad Giri Akbar menyatakan dukungan legislatif. Acara yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan ini menjadi platform untuk mendorong transformasi ekonomi daerah menuju daya saing global.

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎